Design Grafis - Cara membuat Video Cinematic
- Pake kamera yang memadai
Kenapa gua bilang begitu, karena gua pernah bikin video pake kamera HP. Dan hasilnya susah guys buat diedit, karena fps-nya atau frame per second itu cuma 30 dan minimal itu 30 fps. Jadi ya pas pas-an lah.. juga doakan untuk bisa beli camera..
2. Pake lensa yang f.1/8
Lensa dengan f.1/8 itu memudahkan video kamu untuk menjadi bokeh atau blur. mungkin kalo ngga' tau google aja.. VIdeo yang bokeh atau blur itu akan menjadi saat indah. jika dibuat difilm itu akan membantu untuk memindahkan fokus dari titik satu ke titik lain.
3. Harus memahami tipe'' shot dalam cinematic
Tipe'' shot dalam cinematografi terdapat 7 shot. mungkin ada lagi... ngga' tau saya. Dan saya akan menjelaskan tipe" shot dalam cinematograi:
a. EWS (Extreme Wide Shot)
Extreme wide shot merupakan
tipe shot yang digunakan untuk menunjukkan sebuah lingkungan dimana
subyek film berada. Tipe shot ini seringkali dipakai untuk membangun
suasana sebuah adegan, subyek film terkadang hampir tak tampak dalam
visual karena penggunaan sudut pandang lebar yang ekstrim.
b. Very Wide Shot (VWS)
Very Wide Shot merupakan tipe shot sangat luas, namun secara visual lebih sempit jika dibandingkan dengan tipe Extreme wide shot.
c. Wide Shot (WS)
Dalam tipe Wide Shot,
subjek sudah dapat diidentifikasikan dengan jelas karena telah memenuhi
frame gambar meski terdapat jarak diatas kepala dan dibawah kaki.
Penggunaan jarak diatas dan dibawah subyek tersebut digunakan untuk
“ruang aman” agar lebih nyaman untuk dilihat.
d. Mid Shot (MS)
Mid Shot atau sering disebut juga sebagai Medium Shot merupakan
tipe shot yang menunjukkan beberapa bagian dari subjek secara lebih
rinci, pada subyek manusia tipe shot ini akan menampilkan sebatas
pinggang sampai atas kepala.
e. Medium Close Up (MCU)
Medium Close Up merupakan jenis shot untuk menunjukkan wajah subyek agar lebih jelas dengan ukuran shot sebatas dada hingga kepala.
f. Close Up (CU)
Tipe shot Close Up sering
digunakan untuk menekankan keadaan emosional subyek. Tipe shot ini
biasanya mengambil subyek manusia hanya bagian kepala saja. Close up juga berguna untuk menampilkan detail dan dapat digunakan sebagai cut-in.
g. Extreme Close Up (ECU, XCU)
ECU (juga dikenal sebagai XCU)
merupakan tipe shot untuk menampilkan detail obyek, misalnya mata,
hidung, atau telinga. Melakukan pengambilan gambar dengan Extreme Close Up perlu pertimbangan khusus, hal ini jarang sekali dilakukan apabila tidak ada alasan yang kuat.
4. Waktu diedit speednya di slow motion
slow motion ini membantu untuk memberikan suasa yang menjadikan
para viewers menjadi kagum. Dan ini sering dilakukan di film.
5. pakai color grading
Color grading itu adalh hal yang sangat penting untuk
mencairkan suasana. Jika ada yang belum tau apa itu color grading
mungkin google dulu, jika ingin tau caranya gimana color grading bisa
cek youtube-nya dari Tara Arts Network disitu ada. Dan color grading ini
bisa merubah warna di video kamu, juga bisa memberikan efek glitch atau
yang lain.
6. Dan jangan lupa berikan efek hitam-hitam
Efek ini dilakukan diatas dan dibawah dengan skala 1:6 agar
video kamu seperti video kekinian yang dilakukan oleh para youtubers
atau bahkan di film.
Komentar
Posting Komentar